SupportStartup

Proses Branding Sebagai Salah Satu Strategi Penting Untuk Bisnis Anda!

Proses branding sendiri awalnya berasal dari kata brand yang mempunyai makna karakter atau sebuah identitas diri. Nah, pada proses branding untuk sebuah bisnis inilah, identitas diri tersebut akan membedakan bisnis anda dengan berbagai kompetitor lain. Kemudian, istilah dari brand sendiri lahir pada kalangan warga Inggris pada abad 19 yang mereka gunakan untuk memberi tanda hewan ternak. Setelahnya, penduduk Jerman pun juga mengikuti tradisi masyarakat Inggris ini. Mereka pun kemudian memberi tanda kepemilikan dengan menggunakan besi yang panas dengan nama Brennen.

Selanjutnya, seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, proses branding sendiri merupakan sebuah cara agar konsultan digital marketing dapat dengan mudah mengenalkan sebuah bisnis baru. Dengan proses branding ini, para pelanggan anda pun akan dapat dengan mudah mengetahui dan mengenal produk ataupun jasa yang anda jalankan saat ini. Kemudian, proses branding saat ini pun juga telah berkembang pesat pada era internet sekarang ini. Apabila dulu orang hanya menggunakan sebuah logo saja pada proses branding ini. Maka saat ini, ada berbagai macam media yang dapat mereka manfaat juga selain logo. Mulai dari seragam kantor, gaya pelayanan, strategi pemasaran, kartu nama, dan berbagai hal lainnya. Hal inilah yang membuat proses branding sendiri menjadi salah satu strategi utama sebuah perusahaan dalam membangun dan memperluas bisnis mereka.

Apakah Branding Berbeda Dengan Brand ataupun Logo Berikut Penjelasannya

Apakah Branding Berbeda Dengan Brand ataupun Logo? Berikut Penjelasannya!

Sebagai seorang pelaku bisnis pemula sendiri, orang tersebut mungkin akan terlihat bingung dalam membedakan ketiga istilah tersebut. Namun, agar anda dapat memahami istilah istialah itu tadi dengan lebih mudah. Maka, anda pun dapat menjadikan berbagai istilah ini sebagai seorang manusia. Nah, logo sendiri merupakan sebuah wajah dari seorang manusia tersebut. Kemudian, untuk brand sendiri, adalah seluruh tubuh manusia tersebut secara utuh. Kemudian, proses branding sendiri adalah berbagai macam aktivitas yang dapat kita lakukan untuk memperkenalkan diri kita sendiri. Apakah itu nama kita, hal favorit, cita cita, sifat, keunikan kita, dan berbagai macam hal lain.

Singkatnya, istilah brand ini mempunyai sebuah makna yang lebih mendalam lagi dari pada sebuah logo. Sedangkan, logo sendiri merupakan sebuah hal fisik dan dapat mudah terlihat dan terkenal. Brand sendiri merangkum berbagai macam aspek yang dapat mendirikan sebuah perusahaan. Seperti : logo, nama perusahaan, bentuk, taktik pemasaran, slogan atau jargon, dan berbagai hal lainnya. Nah, untuk menciptakan sebuah proses branding yang optimal. Maka, seorang konsultan digital marketing pun harus dapat menggabungkan berbagai macam aspek tersebut.

Mengapa Proses Branding Sendiri Sangat Penting Untuk Masa Depan Bisnis?
Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, sebuah logo maupun brand ini akan berperan dalam menjelaskan identitas dari sebuah perusahaan pada target pasar mereka. Akan tetapi, proses branding merupakan. Sebuah kegiatan membangun sebuah brand yang berasal dari suatu nama produk ataupun jasa agar konsumen dapat dengan mudah mengingat brand tersebut. Dalam sebuah upaya untuk mendapatkan sebuah proses branding yang sukses sendiri. Seorang konsultan digital marketing umumnya akan membutuhkan usaha maksimal. Nah, usaha ini juga terbagi menjadi 4 bagian yang dapat mengukur tingkat kualitas dari sebuah brand ini sendiri.

Berbagai Macam Tahap Awal Pada Proses Branding

1. Sederhana dan Profesional

Seorang konsultan digital marketing, apabila mereka ingin melakukan sebuah proses branding. Maka, mereka pun akan membuat sebuah nama brand dengan kata yang singkat, jelas, dan juga padat. Hal ini pun bertujuan agar para konsumen dapat dengan mudah untuk mengingat nama brand tersebut.

2. Mempunyai Sebuah Makna

Dalam pengertiannya sendiri, bermakna ini merupakan sebuah istilah bahwa proses branding ini harus dapat memperlihatkan dengan jelas visi dan misi dari sebuah brand tersebut. Nah, hal ini seringkali akan dilihatkan oleh konsultan digital marketing dengan menggunakan kualitas produk ataupun jasa yang dapat memuaskan para pelanggan ini.

3. Rajin dan Konsisten

Seorang konsultan digital marketing dalam melakukan dan menerapkan proses branding juga harus konsisten dalam memilih dan menggunakan berbagai macam hal. Mulai dari warna, bentuk, perpaduan warna, gaya dari suatu brand, dan lain lain. Kemudian, konsistensi inilah yang akan memudahkan pelanggan untuk mengenal identitas dari suatu brand yang menawarkan produk ataupun jasa ini tadi. Tak hanya itu, konsistensi ini pun juga dapat berguna untuk meningkatkan dan membangun kepercayaan mereka terhadap kualitas yang brand tersebut berikan untuk mereka.

4. Penerapan yang Mudah

Dalam membentuk dan membangun sebuah aspek desain seperti logo dan berbagai macam hal lain. Anda juga harus membuat agar desain ini dapat dengan mudah anda terapkan pada media apapun. Misalnya saja, anda ingin melakukan proses branding menggunakan billboard, kartu nama, papan perusahaan, spanduk, dan berbagai macam hal lain. Nah, logo yang anda terapkan pada berbagai madia tersebut harus bisa pas dan tidak terkesan memaksa saja. Tak hanya itu juga, anda pun juga harus memperhatikan pemilihan warna yang sesuai dengan identitas diri perusahaan anda. Jangan memilih terlalu banyak warna yang nantinya akan memperumit proses branding anda.

Tahap Branding Lanjutan dan Lebih Mendalam

Setelah seorang konsultan digital marketing sukses dan berhasil dalam membentuk sebuah brand. Maka, mereka pun juga masih mempunyai berbagai macam hal lain yang dapat menjamin bahwa proses branding ini dapat sukses dan bertahan lama. Misalnya saja dengan melakukan berbagai hal seperti :

1. Menetapkan Sebuah Nilai Value Untuk Sebuah Brand

Apabila seseorang ingin menerapkan sebuah proses branding. Maka, mereka pun akan membutuhkan sebuah nilai value yang dapat berperan sebagai pondasi utama terhadap brand tersebut. Singkatnya, brand value ini merupakan sebuah kualitas maupun nilai baik yang ingin brand tersebut sampaikan kepada para konsumen mereka. Karena itulah, brand value ini akan memiliki berbagai macam aspek seperti pesan, karakter, maupun visi dan misi sebuah perusahaan. Dengan membentuk sebuah brand value ini pun. Maka, sebuah brand sendiri akan lebih cenderung mempunyai waktu hidup yang jauh lebih lama.

Akan tetapi, perlu anda ketahui juga bahwa dengan berbagai macam perkembangan yang terjadi ini. Maka, anda pun juga harus selalu siap dengan berbagai masalah yang muncul sesuai dengan perkembangan tersebut ini. Tak hanya itu, setiap tantangan yang anda hadapi ini pun harus anda selesaikan juga dengan menggunakan solusi yang kontekstual. Karena itulah, anda tentunya akan membutuhkan sikap tanggap dan ulet untuk memperhatikan. Berbagai macam kesempatan yang ada, perubahan perilaku konsumen, dan juga perubahan maupun perkembangan jaman. Karena itulah, seorang konsultan digital marketing sendiri akan membutuhkan perencanaan dan waktu yang cukup untuk proses branding ini.

2. Penanaman Citra dan Nilai Kepada Para Konsumen ( Brand Positioning )

Menurut seorang konsultan digital marketing profesional Philip Kotler sendiri, brand positioning ini merupakan sebuah kegiatan untuk. Merancang dan membangun sebuah strategi yang akan menanampkan nilai baik perusahaan anda kepada para konsumen. Dengan brand positioning ini, anda pun akan membuat konsumen anda lebih mudah dalam meningingat sebuah produk ataupun jasa. Kemudian, berbagai macam aspek yang mempengaruhi brand positioning ini sendiri adalah: keuntungan, target pasar, audiens bisnis, hingga positioning statement.

3. Anda Harus Memahami Consumer Insight

Consumer insight ini akan memiliki bagian peran yang sangat penting dalam sebuah kegiatan dan proses branding sebuah perusahaan. Dengan mempelajari dan memahami setiap kebutuhan dari seorang konsumen. Sebuah brand ini akan mempunyai sebuah tujuan untuk bisa menentukan segmen pasar mereka dan dapat menciptakan sebuah hubungan yang baik dengan konsumen. Apakah hubungan tersebut dalam pemasaran, penjualan, dan juga pelayanan.

4. Membentuk Sebuah Interaksi Dengan Pasar ( Brand Activation )

Singkatnya, brand activation sendiri adalah salah satu cara agar anda dapat membangun sebuah interaksi langsung antara brand dengan para pelanggan anda. Tak hanya itu, brand activation ini pun juga dapat menjadi sebuah bentuk untuk merealisasikan berbagai macam nilai yang tersedia dalam sebuah brand. Dalam brand activation ini sendiri, anda akan menemukan berbagai macam penerapa seperti : brand value, interaksi, serta berbagai experiential yang telah terjalankan sesuai acuan visi dan misi.

Kesalahan Umum Seorang Pelaku Bisnis Pemula Dalam Menerapkan Proses Branding

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, Proses branding sebuah produk sendiri adalah sebuah usaha untuk memberikan sebuah identitas terhadap sebuah produk ataupun jasa. Apabila proses branding ini berjalan dengan benar dan optimal. Maka, kepercayaan konsumen pun akan meningkat lagi dalam menggunakan jasa maupun produk yang anda tawarkan. Akan tetapi, apabila proses branding ini sendiri berjalan tanpa arahan yang benar. Maka, sebuah bisnis pun akan mendapatkan sebuah dampak negatif yang nantinya akan sangat merugikan bisnis tersebut. Karena itulah, berikut ini adalah beberapa kesalahan yang sering terjadi pada proses branding ini sendiri.

1. Memilih Sebuah Merek Brand Secara Sembarangan

Proses branding baik produk ataupun jasa sendiri umumnya telah dimulai sejak seorang pemilik bisnis ini memberikan sebuah nama terhadap bisnisnya. Sayangnya, berbeda dengan seorang konsultan digital marketing sendiri. Seorang pemilik bisnis sendiri seringkali mengabaikan kepentingan dari pemberian sebuah nama ini terhadap bisnisnya. Padahal, merek ini pun akan digunakan pada berbagai macam hal yang berhubungan dengan bisnis tersebut seperti produk ataupun juga dengan dokumen penting. Karena itulah, melakukan sebuah riset adalah hal yang tepat sebelum anda memberikan merek secara sembarangan ini.

Selanjutnya, untuk anda jadikan sebuah pertimbangan sendiri, anda dapat memberikan bisnis anda sebuah merek yang sederhana dan tidak berliku liku. Dengan begitu, calon konsumen anda pun akan lebih mudah lagi dalam mengingat dan menghafal nama merek tersebut. Selain itu, anda juga mungkin harus mempertimbangkan sebuah nama yang lebih umum lagi saat nanti apabila anda ingin melakukan ekspansi bisnis. Nama tersebut masih bisa anda gunakan tanpa kendala dan masalah apapun.

2. Penerapan Desain Visual yang Monoton dan Kurang Menarik Perhatian

Selain dengan menggunakan sebuah nama merek yang sembarangan, penggunaan sebuah desain visual pun juga akan sangat berpengaruh dalam proses branding ini. Karena, desain visual ini nantinya akan anda tampilkan pada berbagai macam media yang berhubungan langsung dengan bisnis anda. Karena itulah, nama dan logo yang baik ini pun nantinya akan dapat memberikan sebuah gambaran singkat terhadap kualitas pelayanan bisnis anda.

Dengan menggunakan kedua hal tersebut ini. Maka, anda pun akan lebih mudah untuk menyampaikan pesan yang terkandung dalam bisnis anda kepada para pelanggan anda. Seperti halnya visi dan misi. Karena itulah, dalam proses branding ini, usahakan sekuat mungkin agar anda tidak menggunakan desain visual yang nantinya akan terkesan monoton. Serta, tidak terdapat sebuah unsur yang dapat menarik perhatian para pelanggan. Tak hanya itu, hindari juga penggunaan sebuah desain visual yang terlalu rumit agar para pelanggan anda dapat dengan mudah membaca dan mengetahui pesan dari bisnis anda.

3. Tidak Mengerti dan Memahami Target Pasar dan Konsumen

Saat anda menerapkan sebuah proses branding kepada bisnis anda ini. Maka, anda pun harusnya dapat dengan mudah memahami para calon pelanggan anda nantinya. Namun, apabila anda dari awal tidak menentukan calon konsumen yang menjadi target utama bisnis anda. Maka, proses branding dari bisnis anda pun nantinya akan menjadi sia sia saja. Singkatnya, anda mungkin masih bisa menyebarkan berbagai macam iklan dan konten promosi melalui berbagai macam platform internet ini. Akan tetapi, tanpa memandang latar belakang dari calon konsumen anda ini. Maka, anda pun hanya akan mengakibatkan mereka merasa bosan dan jenuh terhadap berbagai iklan yang anda sebarkan ini.

Oleh karena itu, sebelum anda melakukan dan menerapkan proses branding ini untuk perkembangan bisnis anda. Maka, anda pun juga harus melakukan berbagai macam riset dan Analisa lain yang nantinya dapat anda jadikan sebuah acuan dalam penerapan berbagai macam strategi promosi. Dalam hal ini, anda pun dapat menggali berbagai macam informasi dan poin penting calon pelanggan anda mulai dari. Hal yang mereka sukai, hingga aktivitas harian mereka. Dengan begitu, anda pun hanya perlu melakukan pemasaran yang simple saja, namun dapat menyentuh langsung kepada calon pelanggan anda.

4. Menggunakan Sosial Media Secara Sembarangan dan Berakhir Kacau

Untuk melakukan sebuah proses branding sebuah bisnis sendiri, sosial media sendiri seringkali menjadi sebuah platform utama dalam kegiatan ini. Karena, sosial media ini terbilang cukup mudah baik dari penggunaan dan juga pemahaman yang siapapun akan dapat dengan cepat mengerti dan paham secara langsung. Tak hanya itu, sosial media sendiri juga terbilang sangat praktis yang menjadikan penggunanya dapat menggunakan platform ini setiap saat. Selanjutnya, untuk penggunaan sosial media ini, hampir seluruh penduduk dunia mempunyai sebuah akun sosial media sendiri. Terlebih lagi, Indonesia sendiri telah mencatat nilai 160 juta penduduk yang telah aktif dalam penggunaan sosial media ini.

Sayangnya, walaupun sosial media ini mempunyai berbagai macam peluang dan potensi yang sangat menggiurkan. Masih terdapat beberapa pelaku bisnis pemula yang belum menggunakan dan memanfaatkan platform sosial media ini secara maksimal dan optimal.
  • Pertama, seorang pelaku bisnis pemula ini seringkali menggunakan hampir semua sosial media yang tersedia untuk mereka. Padahal, akun bisnis sosial media sendiri tidak perlu berada pada setiap platform sosial media itu sendiri. Melainkan, cukup gunakan sebuah platform yang banyak digunakan oleh calon pelanggan anda.
  • Kedua, mempublikasikan dan membagikan terlalu banyak konten terhadap para pelanggan mereka. Membagikan sebuah konten secara rutin sendiri memanglah sebuah kewajiban dalam menggunakan platform sosial media saat ini. Akan tetapi, apabila terlalu banyak. Maka, para pelanggan anda pun lama kelamaan pastinya akan merasa bosan dengan post anda tersebut.
  • Ketiga, Kurangnya sebuah komunikasi terhadap bisnis anda dan juga konsumen anda. Dalam penggunaan sosial media ini, anda sebagai pelaku bisnis sangat dianjurkan untuk memberikan interaksi yang cukup untuk para pelanggan anda. Apakah itu menghadirkan sebuah polling pendapat, bertanya saran mereka, memposting sebuah permainan singkat, dan lain sebagainya.

5. Tidak Terlalu atau Berlebihan dalam Memperhatikan Kompetitor

Beberapa orang sendiri sayangnya beranggapan bahwa pesaing adalah sebuah hal yang negatif dan anda pun harus jauh jauh dari para pesaing tersebut. Nyatanya, memperhatikan pergerakan dari pesaing ini pun malah akan memberikan sebuah hasil yang positif yang. Nantinya, akan sangat berpengaruh untuk perkembangan bisnis anda. Dengan begitu, anda pun akan mengetahui kekurangan apa saja yang terdapat dalam bisnis anda saat ini.

Akan tetapi, walaupun memperhatikan pesaing ini merupakan hal baik dan harus terus anda lakukan. Namun, apabila anda hanya memperhatikan pesaing saja, anda lama kelamaan akan menjadi pengikut dari pesaing anda tersebut. Dengan begitu, bisnis anda pun nantinya malah akan tertinggal lagi dari mereka yang berhasil mendapatkan pengikut yaitu anda sendiri. Akan tetapi, dengan memperhatikan pesaing ini, anda dapat mencoba untuk mengungguli mereka dengan strategi yang berbeda.

Manfaat Penting Proses Branding Untuk Masa Depan Bisnis Anda

1. Masyarakat Akan Lebih Mengenal Produk Anda

Apabila sebuah bisnis atau perusahaan sukses dalam melakukan proses branding. Maka, produk yang mereka miliki ini pun nantinya akan menjadi lebih terkenal lagi. Dengan begitu, masyarakat pun akan lebih mengenal produk anda layaknya aqua yang walaupun masyarakat membeli air minum brand lain, mereka masih menganggapnya auqa.

2. Mempunyai Sebuah Pelanggan yang Loyal Pada Bisnis Anda

Apabila seorang pelanggan telah percaya terhadap sebuah bisnis atau perusahaan. Maka, mereka pun akan menjadi seorang pelanggan loyal untuk produk tersebut. Karena, mereka sendiri akan beranggapan bahwa dengan mengeluarkan beberapa dana untuk bisnis anda. Mereka telah mendapatkan sesuatu yang setara dengan dana tersebut.

3. Anda Mempunyai Posisi yang Kuat Dalam Menghadapi Persaingan

Apabila kita melihat pasar dari search engine, maka kita akan mengetahui bahwa Google saat ini adalah sebuah perusahaan search engine terbesar. Bahkan, hingga saat ini pun tidak ada search engine lain yang mampu menggeser peringkat Google ini.

4. Secara Otomatis, Anda Dapat Meningkatkan Harga Jual

Tidak perlu terlalu khawatir saat anda memiliki seorang pesaing yang menyediakan sebuah produk ataupun jasa yang sama dengan harga yang jauh lebih murah dari bisnis anda. Dengan menerapkan sebuah proses branding yang pas untuk bisnis anda. Maka, para pelanggan anda pun akan tetap memilih produk anda yang telah lama mereka kenal. Karena itulah, apabila anda menerapkan branding ini layaknya seorang konsultan digital marketing profeisonal. Maka, harga mahal pun bukanlah sebuah masalah untuk anda.

5. Jauh Mempermudah Teknik Pemasaran Bisnis Anda

Umumnya, tujuan utama dari sebuah strategi pemasaran ini adalah untuk memperkenalkan sebuah produk kepada masayarakat ramai. Kana tetapi, apabila anda menerapkan proses branding ini secara profeisona seperti konsultan digital marketing. Maka, masyarakat yang telah mengenal produk anda pun akan langsung melakukan pembelian tanpa anda melakukan berbagai teknik pemasaran yang kompleks. Selain itu, apabila ada seorang pelanggan yang merasa terpuaskan dengan sebuah produk ataupun jasa. Mereka pun akan membagikannya kepada kenalan mereka.

Masih Ada Pertanyaan? Hubungi Support Startup

Hubungi Sekarang