Bisnis franchise hotel masih menjadi salah satu peluang usaha yang menarik di Indonesia, seiring tingginya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke berbagai daerah. Permintaan akan penginapan yang bersih, terjangkau, dan mudah dipesan terus meningkat, terutama di kota-kota wisata dan kota bisnis.
Bergabung dengan franchise hotel yang sudah punya nama memberi Anda beberapa keuntungan dibanding membangun hotel dari nol. Anda mendapat akses ke sistem pemasaran, standar operasional, hingga jaringan pemesanan online yang sudah berjalan. Namun, tidak semua brand yang dulu populer masih membuka kemitraan hari ini, beberapa bahkan sudah berhenti beroperasi sepenuhnya.
Artikel ini merangkum franchise hotel yang benar-benar masih aktif dan terverifikasi membuka kemitraan hingga tahun ini, lengkap dengan model kerja sama masing-masing.
Kenapa Franchise Hotel Masih Jadi Peluang Menarik
Indonesia memiliki ribuan destinasi wisata yang tersebar di berbagai pulau, mulai dari kota besar hingga daerah wisata baru. Kondisi ini membuat kebutuhan akomodasi terus tumbuh setiap tahun.
Dengan bergabung ke jaringan franchise hotel, Anda tidak perlu membangun reputasi dari awal. Sebagian besar brand sudah punya aplikasi pemesanan sendiri, program loyalitas tamu, serta tim yang membantu operasional harian.
Meski begitu, setiap brand punya model kerja sama yang berbeda. Ada yang berbasis kemitraan digital tanpa biaya di muka, ada pula yang mengharuskan Anda membangun properti sendiri sebelum dikelola oleh operator. Memahami perbedaan ini adalah hal penting sebelum Anda memutuskan untuk bergabung.

6 Franchise Hotel yang Wajib Anda Pertimbangkan
Berikut adalah daftar franchise hotel yang telah Support Startup verifikasi status kemitraannya melalui situs resmi dan pemberitaan terbaru masing-masing brand.
OYO (OYO Hotels & Homes)
OYO adalah jaringan penginapan asal India yang mulai beroperasi di Indonesia sejak Oktober 2018. Brand ini menggunakan model manchise, gabungan dari management dan franchise, di mana pihak OYO mengambil alih pengelolaan operasional properti Anda secara menyeluruh, mulai dari standarisasi kamar hingga pemasaran digital.
Berdasarkan laman resmi kemitraan OYO Indonesia, pemilik properti dapat mendaftarkan hotel atau guest house tanpa biaya pendaftaran di awal. Pendapatan kemudian dibagi melalui skema komisi antara pemilik properti dan OYO. Karena skema biaya dapat berubah sewaktu-waktu, sebaiknya Anda mengonfirmasi rincian komisi terbaru langsung melalui kanal resmi OYO.
RedDoorz
RedDoorz berdiri sejak 2015 dan kini menjadi salah satu platform teknologi perhotelan terbesar di Asia Tenggara. Hingga awal 2026, RedDoorz mengelola lebih dari 4.300 mitra properti di Indonesia dan Filipina, dengan target mencapai 4.700 mitra hingga akhir tahun.
Selain memperluas jaringan mitra, RedDoorz juga mulai mengoperasikan sekitar 100 hotel secara langsung di Indonesia dan menargetkan penambahan hingga 150 properti lagi melalui merek RedDoorz, SANS, dan URBANVIEW hingga 2027. Anda dapat mendaftarkan properti melalui halaman kemitraan resmi RedDoorz, dengan syarat standar kebersihan dan fasilitas dasar yang sudah ditentukan.
Favehotel (Archipelago Hotels)
favehotel adalah salah satu dari 13 brand yang dikelola Archipelago Hotels, perusahaan manajemen hotel yang dahulu bernama Archipelago International sebelum berganti nama pada 2020. Berdiri sejak 2009, favehotel menyasar segmen hotel budget dengan desain modern dan harga bersahabat.
Archipelago Hotels terus memperluas jaringan hotelnya hingga 2026, termasuk pembukaan properti baru di berbagai kota. Perusahaan ini menyediakan layanan Franchise Plus bagi pemilik lahan atau bangunan yang ingin mengembangkan properti dengan salah satu brand Archipelago, termasuk favehotel. Anda perlu menyiapkan lahan atau bangunan yang memenuhi standar, sementara operasional harian akan dikelola oleh tim Archipelago.
Bobobox
Bobobox mengusung konsep smart pod hotel yang berbeda dari hotel konvensional, dengan dua tipe kamar bernama Langit dan Bumi, serta sistem check-in dan check-out melalui aplikasi. Sejak berdiri pada 2017, Bobobox terus berkembang dan kini telah beroperasi di 37 lokasi hingga 2026 dengan kinerja keuangan yang positif.
Model kemitraan Bobobox berbeda dari franchise pada umumnya. Alih-alih membayar biaya franchise tetap, investor atau pemilik lahan dapat bergabung melalui skema pembiayaan bersama, di mana komposisi kepemilikan disesuaikan dengan kontribusi dana masing-masing pihak. Skema ini cocok untuk Anda yang punya lahan strategis atau modal investasi menengah hingga besar, namun detail pembagian keuntungan perlu dibicarakan langsung dengan tim Bobobox.
Horison Hotel (Metropolitan Golden Management)
Horison Hotel berada di bawah naungan PT Metropolitan Golden Management (MGM), anak usaha grup properti Metland yang telah beroperasi sejak 2003. Hingga saat ini, MGM mengelola sekitar 67 hotel dengan total sekitar 6.700 kamar di bawah beberapa brand, termasuk Horison, Horison Ultima, @Hom, dan Aziza.
Berbeda dengan franchise berbasis lisensi merek, model kerja sama MGM lebih menyerupai kontrak manajemen hotel. Anda perlu memiliki atau membangun properti terlebih dahulu, kemudian menyerahkan pengelolaan operasionalnya kepada MGM dengan skema bagi hasil. Karena investasi yang dibutuhkan cukup besar dan skema bagi hasil dapat bervariasi antar proyek, penting untuk meminta simulasi biaya terbaru langsung dari pihak MGM sebelum memutuskan.
Whiz Hotel (Intiwhiz International)
Whiz Hotel adalah salah satu brand di bawah PT Intiwhiz International, anak usaha PT Intiland Development Tbk yang mulai beroperasi sejak 2010. Selain Whiz Hotel untuk kategori bintang dua, Intiwhiz juga mengelola beberapa brand lain mulai dari Whiz Prime hingga Whiz Luxe Hotel untuk kategori bintang lima, yang hotel pertamanya baru dibuka di Surabaya pada 2023.
Pengembangan jaringan Whiz Hotel dilakukan melalui beberapa skema kerja sama, seperti kemitraan strategis dengan pemilik lahan, skema build-operate-transfer (BOT), atau sebagai operator manajemen murni. Sama seperti Horison, Anda memerlukan lahan atau bangunan sebagai syarat utama sebelum Intiwhiz mengambil alih pengelolaan operasional hotel.
Baca Juga: “Franchise Modal 200 Juta, Solusi Bisnis Menjanjikan Cepat BEP“
Hal yang Perlu Anda Cek Sebelum Bergabung
Sebelum memutuskan bergabung dengan salah satu franchise hotel di atas, ada beberapa hal yang perlu Anda pastikan terlebih dahulu. Pertama, pahami apakah brand tersebut benar-benar menerapkan sistem franchise berbasis lisensi merek, atau justru kemitraan investasi dan kontrak manajemen seperti yang diterapkan Bobobox, Horison, dan Whiz Hotel.
Kedua, jangan berpatokan pada angka modal atau biaya kemitraan dari artikel lama. Biaya, skema bagi hasil, dan syarat kerja sama dapat berubah kapan saja, sehingga Anda perlu mengonfirmasinya langsung ke pihak brand.
Ketiga, waspadai klaim keuntungan yang terdengar terlalu pasti. Estimasi balik modal setiap hotel berbeda-beda, tergantung lokasi, tingkat hunian, biaya operasional, dan kondisi pasar pariwisata di daerah tersebut.
Baca Juga: “30+ Franchise Modal 30 Jutaan, Dijamin Cocok buat Pemula Bisnis“
Pilih Franchise Hotel yang Sesuai dengan Kondisi Anda
Setiap franchise hotel di atas punya karakter dan skema kerja sama yang berbeda, mulai dari kemitraan digital tanpa modal besar seperti OYO dan RedDoorz, hingga kontrak manajemen yang membutuhkan investasi properti seperti Horison dan Whiz Hotel. Memilih yang paling sesuai berarti mempertimbangkan modal yang Anda miliki, lokasi properti, serta target pasar tamu yang ingin Anda tuju.
Jika Anda masih ragu memilih model kemitraan yang paling cocok dengan kondisi bisnis Anda, tim Support Startup siap membantu Anda memahami skema kerja sama, estimasi kebutuhan modal, hingga langkah awal yang perlu disiapkan sebelum menghubungi pihak franchisor. Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim Support Startup untuk mendapatkan arahan yang lebih terarah sebelum mengambil keputusan.
