SupportStartup

Terakhir Diperbarui Pada 17 Agustus, 2022

Inilah Sistem Kerja Manajemen Keuangan Untuk Bisnis Non Laba

Walaupun jarang sekali pembahasannya karena Sebagian besar atau bahkan hampir seluruh masyarakat Indonesia mendirikan sebuah bisnis untuk mendapatkan laba. Ternyata proses manajemen keuangan untuk bisnis non laba memiliki beberapa hal yang harus anda perhatikan juga. Karena, bisnis non laba sendiri mempunyai satu tujuan utama, yakni adalah kesejahteraan masyarakat sekitar. Sehingga, bisnis non laba ini tidak terlalu jauh dari beberapa usur seperti amal, ilmiah, Pendidikan, ataupun juga keagamaan. Sehingga, hal ini menjadi alasan utama mengapa pendiri bisnis tersebut memutuskan untuk tidak menerima laba sama sekali.

Akan tetapi, walaupun bisnis non laba ini tidak mengharapkan keuntungan sama sekali. Bukan berarti mereka tidak membutuhkan dana sama sekali untuk memenuhi aktivitas harian mereka. Melainkan, anggota dari bisnis ini memiliki tujuan untuk mendapatkan pendanaan baik itu dari masyarakat sekitar, ataupun juga lembaga pemerintah tertentu. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah lagi untuk mencapai tujuan dan target mereka. Dengan tidak mengharapkan keuntungan sedikitpun untuk bisnis tersebut.

Karena itulah, manajemen keuangan untuk bisnis non laba ini akan sedikit berbeda juga dari manajemen keuangan pada bisnis lainnya. Misalnya saja penghilangan kerugian penjualan pada laporan keuangan bisnis non laba ini. Selain itu, bisnis non laba sendiri memiliki hak khsusus pada mata pemerintahan, yakni mereka akan bebas dari status perpajakan bisnis. Nah, ada beberapa perbedaan lain pada Teknik manajemen keuangan untuk bisnis non laba ini. Seperti:

Manajemen Keuangan Untuk Bisnis Non Laba, Bagaimana Praktiknya

Manajemen Keuangan Untuk Bisnis Non Laba, Bagaimana Praktiknya?

Berbeda dari kebanyakan bisnis pada umumnya yang menitik beratkan kegiatan mereka pada penjualan produk ataupun jasa untuk laba. Bisnis non laba ini tidak membutuhkan hal tersebut sama sekali. Akan tetapi, mereka juga harus mencatat beberapa kegiatan perekonomian penting pada bisnis tersebut. Mulai dari pengeluaran, asset bisnis, pemasukan, dan lain lain.

Kemudian, karena mereka tidak memiliki aktivitas jual beli untuk mendapatkan keuntungan. Pemasukan utama dari bisnis non laba ini pun berasal dari sumbangan, hibah, langganan, dan lain lain. Nah, apabila anda tertarik untuk memulai atau bahkan jika anda sudah memiliki sebuah organisasi non laba. Berikut adalah beberapa hal penting yang harus anda perhatikan dalam manajemen keuangan untuk bisnis non laba. Seperti:

Sesuaikan Teknik Manajemen Keuangan

Pertama, manajemen keuangan untuk bisnis non laba harus memiliki teknik keuangan yang sesuai. Untuk memudahkan sebuah bisnis dalam mencapai sebuah target. Maka, pastinya bisnis non laba ini juga membutuhkan arus kas mereka agar tetap sehat. Umumnya, arus kas ini berfungsi untuk menutup beberapa hal umum seperti gaji karyawan, biaya akomodasi, listrik air dan gas, antisipasi musibah, dan lain lain. Sehingga, walaupun anda tidak memiliki kegiatan jual beli untuk mendapatkan sebuah keuntungan. Anda masih saja memiliki penghasilan yang cukup melalui beberapa hal.

Seperti donasi, sumbangan uang, penggalangan dana, dan lain sebagainya. Jangan lupa untuk selalu mencatat pemasukan dan pengeluaran secara langsung dalam bisnis non laba ini. Sehingga, pastikan juga bahwa anda menyesuaikan terlebih dahulu Teknik keuangan mana yang akan anda gunakan. Apakah itu accrual accounting, ataupun juga cash basis, yang dapat anda pahami pada penjelasan berikut:

Accrual Accounting

Accrual accounting sendiri mengharuskan anda untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam bisnis non laba tersebut. Sehingga, jika anda mendapatkan sebuah pemasukan dengan metode iuran anggota. Maka, anda harus mencatat pemasukan tersebut dengan menggunakan faktur, sekalipun anda belum menerima pemasukan tersebut. Selain itu, accrual accounting sendiri merupakan sistem keuangan yang menggunakan pembukuan double entry.

Cash Basis

Kemudian, ada juga sistem manajemen keuangan untuk bisnis non laba yakni cash basis. Yang mana anda harus mencatat seluruh pengeluaran dan pemasukan. Ketika anda telah mengeluarkan ataupun mendapatkan uang tersebut secara langsung. Berbeda dengan accrual accounting yang anda bukukan saat proses transaksi. Sebagai contohnya, apabila anda mendapatkan pemasukan melalui iuran anggota pada bisnis non laba.

Maka, anda nantinya akan membukukan pemasukan tersebut Ketika anda benar benar mendapatkan uang dari anggota bisnis. Sayangnya, Teknik manajemen keuangan untuk bisnis non laba cash basis ini tidak dapat anda terapkan dalam pembayaran sistem angsuran atau kredit.

Pahami Perpajakan Bisnis Non Laba

Selanjutnya, manajemen keuangan untuk bisnis non laba ini, anda harus memahami sistem perpajakannya. Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, bisnis non laba ini umumnya akan mendapatkan hak special seperti halnya bebas pajak. Sehingga, anda nantinya tidak harus membayar pajak penghasilan kepada pemerintah. Namun anda tetap harus melakukan perpajakan pada PPh penghasilan dari masing masing karyawan, PPh pembayaran jasa, atau PPN barang kena pajak. Kemudian, ada juga PPh badan yang melihat bagaimana pemasukan dari bisnis non laba anda. Jika pemasukan tersebut berasal dari sumbangan sepenuhnya. Maka, status bebas pajak ini masih akan berlaku pada bisnis tersebut.

Selain itu, menurut peraturan akutansi sendiri, bisnis non laba merupakan sebuah bisnis yang mendapatkan pemasukan. Murni dari sumbangan untuk sumber daya utama, sumbangan tidak berasal dari pemilik bisnis, serta penyumbang tidak mendapatkan imbalan dalam bentuk apapun.

Untuk pengakuan transaksi pada bisnis non laba sendiri dapat memanfaatkan Teknik keuangan yang telah kita bahas sebelumnya, yakni cash basis atau accrual accounting. Karena, pemasukan dari bisnis non laba ini dapat berbentuk kontrak dengan penymbang. Yang mana pencairan dananya adalah proses bertahap dan sesuai dengan kesepakatan dari penyumbang. Akan tetapi, tak jarang juga beberapa pemasukan dari bisnis non laba ini berasal dari pihak penyumbang yang berbentuk uang tunai secara langsung. Tanpa adanya kontrak dan perjanjian tertentu antara pihak penyumbang dan pengelola bisnis.

Ciptakan Laporan Keuangan yang Sesuai Kondisi

Untuk Teknik manajemen keuangan untuk bisnis non laba sendiri, anda pastinya harus selalu melaporkan keuangan dari bisnis anda. Perlu anda ketahui juga, bisnis non laba ini memiliki tiga jenis laporan keuangan. Mulai dari laporan rugi, arus kas, ataupun juga neraca. Sehingga, walaupun umumnya bisnis non laba ini menggunakan laporan keuangan yang terlihat sama. ada beberapa pengaturan yang cukup berbeda dalam laporan tersebut.

Untuk manajemen keuangan bisnis non laba sendiri akan menggunakan laporan aktivitas bisnis atau laba rugi, laporan arus kas, ataupun juga laporan posisi keuangan atau neraca. Laporan posisi keuangan sendiri akan membantu anda untuk mengetahui bagaimana Kesehatan dari pengelolaan keuangan pada bisnis non profit anda pada periode tertentu. Baik itu keuangan dalam bentuk kewajiban, asset bersih, ataupun juga asset keseluruhan.

Kemudian, untuk laporan neraca sendiri, asset bersih yang ada pada laporan posisi keuangan anda gantikan dengan istilah ekuitas. Serta asset bersih ini anda gabungkan juga dengan kewajiban yang nominalnya sama pada laporan dengan jenis posisi keuangan sebelumnya. Tak hanya itu, asset bersih sendiri juga dapat anda kategorikan dalam dua bentuk. Yakni asset bersih dengan Batasan, atau tanpa Batasan donatur.

Masih Ada Pertanyaan? Hubungi Support Startup

Hubungi Sekarang